
Newscobra07.com || Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar aksi bersih-bersih lingkungan dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026 di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Simpang Lima Gumul (SLG), Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata Pemkab Kediri untuk membangun budaya minim sampah serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Aksi lingkungan tersebut melibatkan ratusan peserta yang terdiri dari kalangan pelajar Sekolah Adiwiyata, anggota Karang Taruna, Saka Kalpataru, relawan, hingga pegiat lingkungan hidup. Berdasarkan hasil pengumpulan di lapangan, sampah anorganik berupa kemasan makanan dan bekas bungkus minuman plastik—yang berasal dari aktivitas pedagang maupun pengunjung—masih mendominasi area ikon wisata Kabupaten Kediri tersebut. Seluruh sampah yang terkumpul kemudian diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) untuk dipilah antara barang bernilai guna dan residu.
Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar agenda pembersihan berkala, melainkan sarana edukasi untuk mengikis ketergantungan masyarakat terhadap kantong plastik sekali pakai. Sesuai arahan Bupati Kediri, masyarakat diimbau untuk mulai membiasakan diri membawa tas belanja mandiri serta tumbler saat beraktivitas di luar rumah.
“Melalui kegiatan ini, kita berupaya mengurangi penggunaan plastik agar tidak terus menambah beban sampah di Kabupaten Kediri. Membawa tumbler sendiri dan kantong belanja yang dapat dipakai berulang kali harus mulai menjadi kebiasaan,” ujar Dewi.
Dewi mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan saluran air menjelang masuknya musim hujan untuk mencegah potensi banjir serta munculnya sarang penyakit. Selain itu, kawasan SLG mendapat perhatian khusus karena predikatnya sebagai wajah dan pusat destinasi wisata utama daerah yang dikunjungi ribuan orang setiap hari. Menanggapi aspirasi warga, Pemkab Kediri juga berencana menindaklanjuti usulan penyediaan stasiun pengisian air minum di titik-titik strategis SLG guna mendukung gerakan pengunaan tumbler.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, menjelaskan bahwa fasilitas tempat sampah sebenarnya telah disiagakan secara memadai di berbagai sudut kawasan dalam dan luar SLG. Petugas kebersihan pun dikerahkan setiap hari untuk melakukan penyapuan. Namun, rendahnya kesadaran oknum masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya masih menjadi kendala utama.
Melalui momentum WCD 2026 ini, DLH Kabupaten Kediri berharap pembentukan karakter peduli lingkungan pada generasi muda dapat menular secara konsisten, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, desa, hingga kawasan aliran sungai di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.
Pewarta: Hary
Editor: Harijono


